Infrastruktur menuju OW Kuningan Belum Optimal

Kuningan,- Perkembangan obyek wisata di Kab Kuningan Jawa Barat menunjukan peningkatan yang pesat. Seperti bermunculannya wisata alam di beberapa lokasi antara lain, Kebun Raya Kuningan, Sukageri View, Curug Landung,  Ipukan dan tersebar di beberapa lokasi kaki Gunung Ciremai.

Perkembangan obyek wisata(OW) tersebut mendapat perhatian besar pengunjung dari berbagai daerah, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hal itu terbukti dengan peningkatan jumlah arus wisatawan. Menurut data pada tahun 2017 hanya di kunjungi 3.071.628, namun tahun 2018 me-ningkat 76,75 persen atau 4.002.124 orang terditi dari widatawan

Domestik 4.001.595 dan wisatawan mancanegara 529 orang, sedangkan tingkat hunian hotel hanya 50 persen, papar Kadis Porapar DrsJaka Chaerul saat diwawancarai diruang kerjanya Kamis (17/1-2019).

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kab.Kuningan, Drs.Jaka Chaerul, mengemukakan, Kendala yang dihadapi masih soal infrastruktur jalan yang belum memadai diantaranya, jalan ke OW Palutungan, Padabenghar dan beberapa OW lainnya perlu ada pelebaran. “Selain itu sarana prasarana belum memadai, kompetensi SDM masih belum sesuai standar. Begitu juga minijmen pengelolaan belum maksimal, serta koordinasi integrasi dan sinkronisasi lembaga ke-pariwisataan di Kuningan belum maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kaitan ini, daya tarik wisata perlu ditingkatkan, termasuk penetapan ikon wisata/branding wisata Kuningan antara lain, 5 jenis makanan khas dan 5 OW unggulan Kuningan

Sementara itu, OW primadona yang paling banyak dikunjungi yakni, Cibulan,Linggarjati Indah, Gedung Perundingan Linggajati, Waduk Darma, Sukageri View, Ipukan, Jurang Landung dan kawasan Palutungan desa Cisantana.

Sejumlah sapras yang telah dibangun antara lain, pembebasan lahan dan pelebaran ruas jalan Pasawahn-Padabenghar pembuatan terminal OW di desa Paniis dan jalan poros Puncak menuju Palutungan, terangnya.

Kontribusi PAD mencapai  Rp 14,8 Miliar lebih, yakni dari pajak hotel Rp 4,2 Miliar,  restoran Rp 8,6 Miliar dan pajak hiburan Rp 1,9 Miliar.

Dikatakan Kadisporapar, program tahun 2019 akan digarap 25 desa wisata, peningkatan SDM, penataan/penambahan fasilitas OW Waduk Darma, Kebun Raya, OSG Linggarjati, Curug Sawer, Buper Pakembangan, Cibulan desa Maniskidul dan penataan OW Air panas desa Subang.

“Target yang diharapkan kedepan, Kuningan jadi daerah tujuan wisata dan mendukung Jabar juara. Target lainnya, membuka lapangan kerja, usaha jasa kepariwisataan terus berkembang serta kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat,” pungkas Jaka optimis. (Info Kuningan)