IPAL Akan Menjadi Solusi Atasi Limbah Masyarakat di Desa Bojong

Kramatmulya, Info Kuningan

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sarana untuk mengolah limbah cair dari WC, air cuci/kamar mandi dan lain-lain. Masyarakat lebih mengenal IPAL sebagai sarana untuk pembuangan limbah WC, lebih dikenal dengan sebutan septik tank.

IPAL bisa dibangun secara pribadi atau digunakan untuk satu keluarga dan dioperasikan sendiri. Bisa juga satu IPAL digunakan bersama-sama atau komunal Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipaan, bak kontrol dan lubang perawatan serta sambungan rumah tangga.

Unit pengolah limbah ada yang terletak jauh dari lokasi warga pengguna IPAL Komunal ada juga yang berlokasi di lokasi pemukiman warga. Sistem terpusat adalah sistem pengelolaan air limbah dimana air limbah dari tiap sumbernya terhubung melalui jaringan pipa pengumpul kemudian disalurkan menuju instalasi pengolahan bersama atau terpusat.

Seiring dengan hal itu, sejak 2 September 2019 lalu di desa Bojong, Kecamatan Kramatmulya sedang dibangun 2 titik IPAL diatas tanah desa yang berada ditengah-tengah pemukiman warga. Satu diantaranya berada di RT.15/04 Dusun Wage, dengan ukuran septik tank 3 X 4 meter dengan luas keseluruhan 4 X 14 meter.

Limbah rumah tangga dari sebanyak 60 KK disekitarnya, akan dialirkan melalui pipa yang akan dipasang menuju instalasi pengolahan bersama.

Ketua KSM Cibapang Makmur, Saleh, didampingi Sekretaris, Jajat Sudrajat sebagai pengelola kegiatan pembangunan menjelaskan, proses pembangunan akan berlangsung selama 90 hari kalender dengan anggaran sebesar Rp. 420 juta berasal dari bantuan pusat melalui program sanitasi IsDB. Pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat, yang disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing.

Dikatakan Saleh, kedepan dari program pembangunan IPAL yang sedang dilaksanakan, masyarakat yang berada di beberapa RT dan RW akan menerima manfaatnya. Mereka akan dengan mudah membuang limbah rumah tangganya, tanpa harus membangun sarana penampungan atau septik tank.

Bahkan menurut Saleh, kondisi lingkungan akan bersih dan terbebas dari wabah penyakit yang yang ditimbulkan limbah tersebut.

“Masyarakat di desa Bojong sangat menyambut antusias dengan program pembangunan IPAL, karena mereka jela-jelas terbantu. Karena yang namanya limbah kalau tidak dikelola dengan baik, akan berdampak dan mengganggu masyarakat sekitar. Bukan saja bagi kesehatan tapi bisa mengganggu ketertiban, keindahan dan kenyaman,” pungkasnya. (infokuningan)