Indonesian English

Kades Sukamukti: Panen Mangga Membawa Keberuntungan

Cipicung, - Kades Sukamukti, Kecamatan Cipicung, Casta Miharja sebelum menjadi orang nomor satu di desanya, sejak 1995 sudah memiliki usaha jual beli buah mangga. Dari usaha yang digelutinya sudah banyak menghasilkan berupa materi yang didapat. Sehingga tidak heran, walaupun sudah menduduki jabatan tidak pernah tersirat untuk melepaskan usaha sebelumnya.

Namun tugasnya sebagai pelayan masyarakat tidak pernah terganggu, karena sebagian besar urusan jual beli mangga ada keluarga dan beberapa pekerja yang menanganinya. Hanya sewaktu-waktu saat jam istirahat, baru ikut memantau setiap barang yang datang dan keluar serta saat pengepakan ke dalam peti dilakukan.

Hal itu dilakukan, selain agar pekerja lebih teliti dalam memilah mangga, baik dari ukuran  besar dan kecil maupun jenisnya. Karena proses yang apik dengan penuh kehati-hatian akan mamapu menjaga mangga tetap dalam kondisi baik dan berkualitas, mulai petik dari kebun dan penampungan hingga siap antar menuju beberapa kota dengan menggunakan truk.

"Mangga yang dikirim berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan seperti Cidahu, Luragung, Ciawi dan lain-lain. Sedangkan jenisnya ada harum manis, gedong gincu dan lainnya, semua mangga yang sudah dikemas ke dalam peti itu aman dan tidak akan terganggu, walaupun diangkat bongkar sampai tiba di tujuan," ujar Casta Miharja di lokasi penampungan mangga miliknya.

Mangga itu bisa dua kali panen dalam setahun, dua kali pula dalam setahun penghasilan itu didapat. Besaran keuntungan yang didapat memang tidak diceritakan, namun bisa dibayangkan pada tahun 2017 sebanyak 25 truk mangga dikirim ke beberapa kota di pulau Sumatra seperti Palembang, Riau, Pekanbaru dan kota-kota lainnya.

Tahun ini mangga yang akan dikirim diprediksi akan lebih banyak, karena musim kemarau banyak pohon mangga berbuah lebat. Sehingga mangga dari pohon-pohon yang dipanen pun jauh terlihat lebih banyak, jika dibandingkan saat musin penghujan. Namun semuanya harga jual dan beli yang menentukan, untuk harga tentu berbeda untuk luar jawa karena biaya transportasi.

“Saya selalu bersyukur untuk usaha yang saya geluti  masih bisa berjalan hingga saat ini. Walaupun pasang surut sering terjadi,  namanya usaha apapun dan dimanapun lumrah dan  bukan hal baru. Tapi tetap jalan terus dan mengikuti setiap perkembangan yang terjadi, terutama menjaga kualitas dan mengutamakan kepuasan pelanggan,” pungkasnya. (mc kuningan)