Kemarau Panjang, 7 Desa dari 4 Kecamatan Kesulitan Air Bersih

Kalimanggis,- Akibat kemarau berkepanjangan, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Kuningan semakin meluas. Sebanyak tujuh desa dari empat kecamatan terancam kesulitan air bersih.

“Daerah potensi kekurangan air bersih tahun 2019 tersebar di empat kecamatan dengan tujuh desa. Ada sekitar 2.330 KK dari jumlah total 7.006 jiwa di daerah rawan kekeringan itu,” kata Sekda Kuningan, DR.H. Dian Rachmat Yanuar, didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Drs. Agus Mauludin, Sabtu (3/8/2019).

Dian mengatakan, daerah yang berpotensi kesulitan air bersih itu di antaranya Kecamatan Karangkancana dengan tiga desa yakni Sukasari, Cihanjaro, dan Simpayjaya. Adapun, Desa Sukarasa di Kecamatan Darma, Desa Jambugeulis di Kecamatan Cigandamekar, serta Desa Cileuya dan Desa Cimahi di Kecamatan Cimahi.

“Jadi wilayah itu yang kita perkirakan rawan kesulitan air bersih, namun saat ini belum krisis ya. Karena masih dapat disuplai air bersih oleh petugas di lapangan,” kata Dian.

Walau demikian, pihaknya belum menetapkan status siaga darurat kekeringan di Kabupaten Kuningan. Meskipun, Dian mengaku sudah terjadi kesulitan air bersih yang menimpa tiga desa.

“Sudah mulai ada beberapa daerah yang kekurangan air bersih, tapi mudah-mudahan tidak sampai krisis. Iya tiga desa itu sudah kesulitan, tapi belum krisis, masih bisa kita suplai, masih bisa kita manfaatkan sumber daya yang ada,” ungkap Dian.

Berdasarkan informasi yang diterima BMKG, lanjut Dian, musim kemarau ini akan berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober. “Musim kemarau ini lama ya, ini termasuk kemarau panjang dan kering ya, meskipun di Kuningan belum krisis, mudah-mudahan tidak sampai krisis air lah,” ujar Dian.

Sementara itu, dampak kekeringan yang terjadi tahun 2019 menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di 12 kecamatan dengan 19 desa seluas 1.493 hektare. Terlebih ada empat kecamatan dengan tujuh desa yang harus disuplai sebanyak 1,6 juta liter air bersih, ditambah terjadi kekeringan lahan pertanian.

“Oleh karena itu, kami berharap semua sektor dan sub sektor supaya bisa melaksanakan upaya penanganan kekeringan,” pungkasnya. (infokuningan)