Indonesian English

TPA Miftahul Ulum Gelar Wisuda Santriwan-Santriwati Angkatan Ke-16

Jalaksana, Info Kuningan

Taman Pendidikan Alqur'an (TPA) Miftahul Ulum Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mewisuda 28 Santriwan-Santriwati Tahun 2018, Kamis (10/5/2018) di TPA setempat.

Acara Wisuda dengan tema "Jadilah Muslim Sejati Berahlak Qu'ani" turut dihadiri, Kepala Desa Peusing, Oom Komariah, Pembina Yayasan Almuhajirin, H.Soleh Aripudin dan sejumlah undangan lainnya.

Kepala DTA/TPA Miftahul Ulum, H.Soleh Alihudin, S.Pd,I, dalam sambutannya mengemukakan, bahwa wisuda tersebut merupakan wisuda angkatan yang ke-16 sejak TPA berdiri.

"Ini merupakan wisuda angkatan ke-16. Pada tahun 2018 ini, DTA/TPA Miftahul Ulum mewisuda 28 santriwan dan santriwati, sehingga sampai dengan sekarang DTA/TPA Miftahul Ulum telah meluluskan ratusan alumni," tuturnya.

Soleh menambahkan, dari waktu ke waktu DTA/TPA Miftahul Ulum terus mengalami perkembangan, hal tersebut merupakan dukungan masyarakat beserta pemerintahan Desa Peusing. Dia menyebutkan, dukungan yang diberikan masyarakat dan pemerintah desa bukan hanya dalam bentuk materil, namun yang lebih penting adalah kepedulian terhadap lembaga pendidikan itu sendiri. Dikatakannya, bahwa besrnya DTA/TPA Miftahul Ulum karena masyarakat sangat mendukung dengan pendidikan agama.

Hal senada dikatakan Pembina Yayasan Almuhajirin, H.Soleh Aripudin. Ia Mengatakan DTA/TPA Miftahul Ulum dibawah naungan Yayasan Almuhajirin terus mengalami kemajuan disetiap waktunya. Ia berharap Santriwan-Santriwati lulusan DTA/TPA Miftahul Ulum dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan agama yang lebih tinggi.

"Saya berharap lulusan DTA/TPA Miftahul Ulum dapat melanjutkan pendidikan keagamaan ke jendang yang lebih tinggi, seperti masuk ke pesantren-pesantern yang terkenal terlebih dapat meneruskan ke luar negeri seperti ke Al-Azhar di negara Mesir agar menjadi pemuka-pemuka agama yang berkompeten," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Peusing, Oom Komariah dalam sambutannya mengapresiasi keikutsertaan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan keagamaan Islam di desanya, karena untuk zaman seperti ini hal yang sangat diperlukan adalah pondasi agama yang kuat kepada genarasi muda.

“Mari kita mempertahankan lembaga pendidikan islam ini, jika tidak maka sangat berbahaya bagi generasi masa depan dengan efek tanpa pendidikan agama, kami mengajak para orang tua dan masyarakat untuk terus mendamping anak-anak agar mereka semangat dalam menuntut ilmu khususnya ilmu agama islam,” ujarnya.

Oom menambahkan, generasi muda saat ini telah banyak yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba, untuk itu ia berharap DTA/TPA Miftahul Ulum dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah. (MC Kuningan)