Bupati Kuningan Hadiri Deklarasi Peduli SDGs melalui Video Conference Zoom Meeting

Kategori: 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. hadiri Deklarasi Peduli SDGs melalui Viideo Conference Zoom Meeting di Aula Bappeda Kabupaten Kuningan, Rabu (25/11/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kementrian Perecnacaan Pembangunan Nasional, Kementrian dalam Negeri, Kepala BAPPEBAS yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, para bupati, para pimpian OPD, para camat dan kepala desa lokasi pilot project peduli SDGs, SDGs Center di 13 Universitas Nasional, Civil Society Organization (NGO), perwakilan media dan peserta deklarasi peduli SDGs.

Dalam rangka mendukung komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau dalam bahasa Indonesia disebut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), B Trust Advisory Group (B Trust) yang merupakan lembaga non Pemerintah, bekerja sama dengan European Union Comission atau Komisi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam dalam program pendampingan teknis yang bertajuk "Peningkatan Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sipil untuk Melokalkan dan Mencapai SDGs (PEDULI SDGs)".

Program Peduli SDGs bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam menerapkan dan melokalkan SDGs. Sedangkan Kegiatan Deklarasi Peduli SDGs bertujuan untuk menyebarluaskan komitmen terhadap penerapan SDGs kepada para pemangku kepentingan.

Tujuan spesifik dari program ini adalah untuk melokalkan SDGs dengan membangun kapasitas kolektif Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat Sipil, dan Masyarakat (perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas) dalam sebuah kolaborasi menuju peningkatan kesejahteraan seluruh elemen masyarakat.

Program Peduli SDGs ini akan dilaksanakan di 10 Kabupaten yaitu, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau.

Program ini akan mencakup 10 Pemerintah Daerah, 30 Organisasi Masyarakat Sipil, dan 90 komunitas masyarakat di 30 desa melalui tools, pengetahuan, dan mekanisme yang didesain dan disewakan untuk menciptakan dialog kebijakan yarig inklusif dan relevan secara bersama-sama.

Dalam kesempatan ini, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi kepada kementrian yang memilih Kabupaten Kuningan sebagai salahsatu lokus kegiatan peningkatan kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat sipil untuk pencapaian SDGs.

“Saya harap, dengan pendampingan ini dapat membantu Kabupaten Kuningan dalam percepatan penanggulangan untuk mencapai penekanan angka kemiskinan dan tercapainya 16 tujuan SDGs dengan baik.” Ujar Bupati Kuningan.

Adapun pendampingan peduli SDGS Kab Kuningan pada 3 desa pilot project diantaranya keterlibatan organisasi kepmudaan di Desa Padarama, Desa Wanasaraya, dan di Desa Pancalang.

“Kabupaten Kuningan memiliki alam yang terjaga dengan baik sehingga Kuningan sudah mendeklarasikan sebagai Kabupaten konservasi, di mana Kuningan memiliki nilai investasi di lingkup sumber daya air, penyedia jasa pariwisata alam dan titik-titik tempat peristirahatan. Wilayah konservasinya sudah dimulai bersama kementrian dan Bandan Taman Nasional Gunung Ciremai juga dengan beberapa perusahaan yang akan membangun di bidang konservasi.” Ujar Bupati.

Menurut Bupati Kuningan, fokus Pemerintah Daerah dalam investasi Kabupaten Kuningan adalah investasi yang berbasis alam, bukan industri.

“Untuk investasi industri memang ada, tapi persebarannya di wilayah kuningan timur. Untuk pengembangan usaha berbasis alam seperti lokasi pariwisata persebarannya ada di wilayah Kuningan barat” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bupati Kuningan yang telah menandatangani MoU serta perjanjian kerjasama terkait peduli SDGs berharap, semoga dapat bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Kuningan, sehinga dapat sesuai dengan SDGs dan selaras dengan Visi Kuningan MAJU (Makmur, Agamis, dan Pinunjul).(BID/IKP/DISKOMINFO)