Bupati Kuningan Membuka acara Workshop Kelayakan Potensi Investasi di Bidang Pariwisata dan Pertanian serta Launching PTSP GOPROS

Kategori: 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. membuka acara Workshop Kelayakan Potensi Investasi di Bidang Pariwisata dan Pertanian serta Launching PTSP GOPROS (Goes To Paperless By Online Services) Tahun 2020 DPMPTSP Kabupaten Kuningan di Hotel Grage Sangkanhurip Kuningan, Rabu (25/11/2020)

Acara ini di hadiri oleh Deputi bidang pengembangan Iklim Imvestasi BKPM RI, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat yang di wakili Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Narasumber Akademisi Universitas Kuningan, Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan, Pelaku Usaha di Kabupaten Kuningan dan Anggota Tim Teknis SKPD yang menangani perizinan di Kabupaten Kuningan

Di tengah musibah pandemi corona ( Covid-19 ) yang menimpa dunia usaha saat ini, yang berimbas pada pengusaha besar menengah kecil dan mikro berakibat pada penurunan Produktivitas Usaha, Kredit Macet, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta menurunnya daya beli masyarakat sehingga angka kemiskinan semakin meningkat. melihat hal tersebut, kegiatan penanaman modal yang mempunyai peranan strategis dalam penyelamatan pembangunan ekonomi, pemerintah hadir dan terus mensuport dan membantu para pengusaha agar tetap eksis dan mampu bertahan dalam mengembangkan usahanya yang sesuai dengan potensi dan kearipan lokal.

Pandemik covid-19 tentu menghambat. Menghambat kegiatan penanaman modal, tetapi harus tetap optimis bahwa Visi Kuningan Makmur, Agamis dan Pinunjul (Maju) Tahun 2023 dengan Misi mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan berbasis pertanian, wisata budaya dan potensi lokal untuk mempercepat pertumbuhan serta pemerataan ekonomi rakyat akan berhasil dengan baik.

dalam sambutannya Bupati menyampaikan pemerintah Kabupaten Kuningan tetap akan berkomitmen sebagaimana telah ditetapkan dengan SK Bupati No.050/KPTS 59-BAPPEDA/2019 tentang penetapan Desa Pinunjul di Kabupaten Kuningan yang isinya menetapkan 100 Desa Unggulan di sektor pariwisata pertanian dan peternakan tersebar di Kabupaten Kuningan.

“Potensi Kabupaten Kuningan yang luar biasa, yang tersebar di berbagai perdesaan, hanya baru sebagian kita kaji untuk bahan pengembangannya sehingga banyak potensi yang kita miliki belum tergali dan terkelola secara optimal untuk mengembangkan potensi tersebut tentunya tidak bisa dilakukan satu sektor saja, di butuhkan kebersamaan dan kerja bersama dengan seluruh pemangku kepentingan.” ujar bupati kuningan

Bupati berharap workshop kelayakan potensi investasi di bidang pariwisata dan pertanian ini semua yang terkait dapat memberikan masukannya dan terlibat mulai dari perencanaan pelaksanaan maupun pemantauannya sehingga menghasilkan rumusan yang komprehensip untuk keberhasilan pembangunan di kabupaten kuningan

Keseriusan Pemerintah Pusat dalam mendorong penanaman modal telah dibuktikan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, kemudian diperkuat lagi oleh PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan berusaha Terintegrasi secara Elektronik yang ditindaklanjuti dengan SE Mendagri No.503/4033/SJ tanggal 28 Juni 2018 tentang Kesiapan PTSP Daerah menghadapi implementasi OSS dan kesepakatan bersama antara BKPM dan Kemenkominfo untuk proses pelaksanaan perizinan secara elektronik, juga yang terbaru UU Cipta Kerja No. Tahun 2020

“Menindaklanjuti hal tersebut pemerintah kabupaten kuningan saat ini sedang menyusun RDTR, telah membentuk tim percepatan investasi dan telah menyelenggarakan PTSP GOPROS (PTSP Goes To Paperles By Online Service)” ujarnya

Dalam kebijakan pelaksanaan kegiatan penanaman modal, tidak hanya sebatas mengatur kajian pengembangan penanaman modal dan pelayanan perizinannya saja, juga mengatur tentang tata tertib laporan perkembangan penanaman modal yang diatur oleh Perka BKPM No 7 tahun 2018 tentang tata cara Penegendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.

dalam kesempatan ini juga bupati menghimbau kepada para pelaku usaha di Kabupaten Kuningan yang belum memiliki NIB ( Nomor Induk Berusaha ) diwajibkan untuk membuat melalui OSS dan sekaligus wajib menyampaikan laporan LKPM ( Laporan Kegiatan Penanaman Modal ) agar nilai investasi di Kabupaten Kuningan bisa tercatat dengan benar sehingga trend peningkatan perkembangan investasi nya terukur dengan jelas.

“mudah-mudahan 2 (dua) acara kegiatan ini yaitu workshop kelayakan potensi investasi di Bidang Pariwisata dan Pertanian serta Launching PTSP GOPROS dapat memberikan motivasi bagi para pengusaha dan para pembinanya untuk berkomitmen meningkatkan investasinya di Kabupaten Kuningan demi tercapainya Kuningan Maju (Makmur, Agamis dan Pinunjul) tahun 2023” pungkasnya. ( BID/IKP/DISKOMINFO)