Kuningan Luar Biasa

Kategori: 

Kabupaten Kuningan menjadi satu-satunya Kabupaten yang memiliki panti rehab narkotika. Panti yang berada di Dusun Palutungan tersebut menjadi satu kebanggan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, BNNK serta seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan.

Panti rehab tersebut mendapat apresiasi yang sangat baik dari BNN dan di tinjau oleh Sekum BNN, Irjen Bambang Abimanyu dalam sela-sela peresmian kantor BNNK Kabupaten Kuningan, Kamis 19 April 2012. Bambang yang didampingi oleh Bupati Kuningan beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah merasa takjub dan sangat bangga melihat panti rehab narkoba yang begitu megah dan berada di kaki Gunung Ciremai.
“ Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, menyatakan bahwa BNN memiliki lembaga vertikal sebagai perwakilan di daerah, yang disebut Badan Narkotika Nasional Propinsi dan Kabupaten/Kota. Sejalan dengan reorganisasi dan restrukturisasi di dalam tubuh Badan Narkotika Nasional,” terang Guruh Irawan Zulkarnaen, S.Stp, M.Si Kepala BNNK Kuningan dalam laporannya.
Selain itu dikatakan Guruh, tujuan umum dari keberadaan BNN Kabupaten Kuningan adalah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan permasalahan narkoba di wilayah Kabupaten Kuningan bersama-sama dengan masyarakat melalui peningkatakan pengetahuan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan, pemberantasan, penanggulangan, peredaran gelap narkotika.
Sementara itu Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini sudah pada titik memprihatinkan dan mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai kampanye anti narkoba telah dilaksanakan Pemerintah, penangkapan dan penanggulangan melalui berbagai cara telah dilakukan, tetapi narkoba masih tetap menjamur.
Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten berserta BNN dan masyarakat harus lebih insten lagi dalam memerangi narkoba ini. Berbagai elemen mulai dari masyarakat, Pemerintah, swasta, ulama, tokoh masyarakat harus bahu-membahu bekerjasama dalam memberantas musuh yang sangat membahayakan ini. Ajak Aang.
“ Kabupaten Kuningan sangat luar biasa “ ini dikatakan Sekretaris Umumk BNN Irjen Bambang Abimanyu disela-sela meresmikan Kantor BNNK Kabupaten Kuningan. Karena Kabupaten Kuningan selain memiliki Kantor BNNK baru yang dibangun oleh BNN, juga mempunyai panti rehab narkoba.
Seperti kita ketahui bersama bahaya narkoba kini sudah mewabah bagai jamur di musim hujan, kita tangkap satu muncul lagi seribu para pengedar. Hasilnya 3,8 juta rakyat Indonesia kini sudah menjadi pecandu narkoba.
“ Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian kita bersama dalam memberantasnya, mulai dari keluarga kita sendiri, lingkungan dan sekitarnya. Ingatkan kepada para generasi muda akan bahaya narkoba, jangan sampai mereka terjerumus, karena sekali terjerumus akan susah lagi untuk mengembalikannya dan butuh usaha serta uang yang banyak untuk merehabilitasinya,” terang Sekum BNN. ( Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan ).Kabupaten Kuningan menjadi satu-satunya Kabupaten yang memiliki panti rehab narkotika. Panti yang berada di Dusun Palutungan tersebut menjadi satu kebanggan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, BNNK serta seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan.

Panti rehab tersebut mendapat apresiasi yang sangat baik dari BNN dan di tinjau oleh Sekum BNN, Irjen Bambang Abimanyu dalam sela-sela peresmian kantor BNNK Kabupaten Kuningan, Kamis 19 April 2012. Bambang yang didampingi oleh Bupati Kuningan beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah merasa takjub dan sangat bangga melihat panti rehab narkoba yang begitu megah dan berada di kaki Gunung Ciremai.
“ Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, menyatakan bahwa BNN memiliki lembaga vertikal sebagai perwakilan di daerah, yang disebut Badan Narkotika Nasional Propinsi dan Kabupaten/Kota. Sejalan dengan reorganisasi dan restrukturisasi di dalam tubuh Badan Narkotika Nasional,” terang Guruh Irawan Zulkarnaen, S.Stp, M.Si Kepala BNNK Kuningan dalam laporannya.
Selain itu dikatakan Guruh, tujuan umum dari keberadaan BNN Kabupaten Kuningan adalah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan permasalahan narkoba di wilayah Kabupaten Kuningan bersama-sama dengan masyarakat melalui peningkatakan pengetahuan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan, pemberantasan, penanggulangan, peredaran gelap narkotika.
Sementara itu Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini sudah pada titik memprihatinkan dan mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai kampanye anti narkoba telah dilaksanakan Pemerintah, penangkapan dan penanggulangan melalui berbagai cara telah dilakukan, tetapi narkoba masih tetap menjamur.
Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten berserta BNN dan masyarakat harus lebih insten lagi dalam memerangi narkoba ini. Berbagai elemen mulai dari masyarakat, Pemerintah, swasta, ulama, tokoh masyarakat harus bahu-membahu bekerjasama dalam memberantas musuh yang sangat membahayakan ini. Ajak Aang.
“ Kabupaten Kuningan sangat luar biasa “ ini dikatakan Sekretaris Umumk BNN Irjen Bambang Abimanyu disela-sela meresmikan Kantor BNNK Kabupaten Kuningan. Karena Kabupaten Kuningan selain memiliki Kantor BNNK baru yang dibangun oleh BNN, juga mempunyai panti rehab narkoba.
Seperti kita ketahui bersama bahaya narkoba kini sudah mewabah bagai jamur di musim hujan, kita tangkap satu muncul lagi seribu para pengedar. Hasilnya 3,8 juta rakyat Indonesia kini sudah menjadi pecandu narkoba.
“ Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian kita bersama dalam memberantasnya, mulai dari keluarga kita sendiri, lingkungan dan sekitarnya. Ingatkan kepada para generasi muda akan bahaya narkoba, jangan sampai mereka terjerumus, karena sekali terjerumus akan susah lagi untuk mengembalikannya dan butuh usaha serta uang yang banyak untuk merehabilitasinya,” terang Sekum BNN. ( Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan ).