Petugas Pemutakhiran Data Mendapat Pelatihan

Pelatihan Pemuktahiran Basis Data Terpadu

Sebanyak 500 petugas pendataan Pemuktahiran Basis Data Terpadu (PDBT) tahun 2015 mendapat pelatihan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Kuningan, pada Senin (08/06/2015) di Hotel Prima Kuningan. Acara yang dibuka oleh Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda, juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cilumus, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, Ono Margiono, S.Si., MM, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kabid Distribusi, Dodi Gunawan Yusuf, S.Si.
 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuningan, Ono Mardiono, mengatakan bahwa 500 petugas tersebut mendapat pelatihan antara lain meliputi pembekalan materi tentang kejujuran dalam mendata rumah tangga miskin dan untuk selanjutnya menandatangani fakta integritas, para peserta tersebut direkrut dari masing-masing perwakilan desa dan kecamatan se-Kabupaten Kuningan dan akan mulai bertugas mulai bulan Juni 2015.
 

“ Para petugas pendata disebar ke desa-desa untuk mengecek kembali tentang rumah tangga miskin (RTM) dengan harapan dapat mengurangi tingkat kesalahan pendataan, kesalahan akurasi pendataan tersebut meliputi data penduduk dalam program perlindungan sosial yang tidak benar untuk menerima bantuan sosial,” kata Kepaka BPS Kabupaten Kuningan.
 

Sementara itu Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda dalam sambutannya mengutarakan pentingya para pihak untuk dapat mendukung pelaksanaan PBDT 2015, sebagai upaya untuk penjaringan data penerima program perlindungan sosial. “ Persoalan data ini penting untuk dikawal semua pihak dan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Saya meminta kepada semua pihak untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan PBDT ini dilapangan,” kata Bupati Kuningan.
 

Diungkapkan Bupati Kuningan ada lima hal penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan PBDT diantaranya pertama pengenai aturan atau regulasi pelatihan pemuktahiran data, kedua siapa teman bicara dalam proses yang dilaksanakan. Teman bicara yang dimaksud adalah proses koordinasi dan komunikasi yang harus dilaksanakan oleh semua pihak dan jajaran. Ketiga proses pelaksanaannya, partisipasi semua pihak untuk dapat terlibat aktif, keempat apa pentingnya data ini, karena data merupakan salah satu kata kunci pembangunan sehingga pentingnya proses yang baik dan pemanfaatan data dapat tepat sasaran, kelima  tantangan dalam implementasi  data sehingga model pembelanjaran di lapangan dapat terdokumentasi dan dijadikan acuan bagi semua pihak.
 

“ Dengan diadakannya pelatihan ini, saya mengharapkan data yang didapat merupakan data yang akurat dan benar, sehingga tidak ada data tumpang tindih dalam mengentaskan kemiskinan, saya juga menghimbau kepada para camat dan para kades untuk bisa membantu petugas pendata sehingga dapat bekerja dengan baik di lapangan dan harus bisa menciptakan suasana yang kondusif dan kepada para petugas agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik mungkin, sehingga bisa melaksanakan tugas di lapangan dengan jujur dan terbuka  dalam melaksanakan tugasnya nanti dan menjadi agen-agen perubahan,” kata Bupati Kuningan. ( Sumber : YHS, Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan ).

Pelatihan Pemuktahiran Basis Data Terpadu