Indonesian English

"Rengginang" Makanan Tradisonal Yang Masih Eksis Hingga Kini

Pernahkah anda mencicipi rengginang? makanan tradisional Indonesia yang satu ini memiliki rasa gurih dan renyah. Orang Jawa Barat menyebut makanan ini sebagai "Rangginang". Rasa gurih dan renyah berpadu secara sempurna, sehingga menghasilkan rasa nikmat yang tiada duanya. 
 
Rengginang sudah ada sejak jaman dahulu kala, orang-orang jaman dahulu mengonsumsi rengginang sebagai teman makan. Namun saat ini rengginang lebih banyak dimakan sebagai camilan, sama halnya dengan makanan tradisional lainnya seperti opak. 
Seiring dengan perkembangan jaman, di era modern seperti sekarang ini untuk menemukan rengginang sudah sangat sulit, terutama di daerah-daerah perkotaan. Biasanya rengginang hanya bisa ditemukan di acara hajatan seperti sunatan, pernikahan, dan sejenisnya. 
Berkurangnya minat masyarakat terhadap rengginang terjadi karena makanan tradisional satu ini tersisihkan oleh datangnya makanan khas luar negeri. Padahal dari segi rasa, makanan yang satu ini tidak kalah enak dengan makanan modern khususnya makanan yang berasal dari luar negeri.
 
Meskipun para pembuat rengginang sudah sangat jarang, namun dibeberapa daerah di Jawa Barat produsen makanan tradisional ini masih bisa dijumpai, salah satunya di Desa Babakanmulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan.
Sutinah (54) perempuan asal desa Babakanmulya, dalam kesehariannya selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai produsen makanan tradisonal rengginang. Kemampuan dalam membuat renggiang, diperolehnya secara turun temurun dari orang tua nya.
 
Dalam sehari, Sutinah dapat memproduksi rengginang rata-rata 20 Kilogram. itupun dikatakannya bila cuaca sedang cerah dengan terik matahari.
"Kalau cuacanya sedang bagus, ya bisa sampai 20 Kilogram sehari. Tapi kalo lagi musim hujan begini, 20 Kilogram baru bisa kering dua sampai tiga hari. Karena dijemurnya kan harus benar-benar kering, biar pas digorengnya mekar," tuturnya kepada Info Kuningan, selasa (3/10/2017).
 
Untuk membuat rengginang, Sutinah hanya membutuhkan bahan yang sederhana dan mudah didapatkan, seperti beras ketan, garam, gula pasir, bawang putih dan terasi. dalam membuatnya pun, dikatakan Sutinah tidaklah sulit.
"Pertama beras ketan direndam sampai mengembang, kemudian dikukus kurang lebih 15 menit. Setelah dikukus, beras ketan dicampur dengan bumbu bawang putih, garam, gula pasir dan terasi sampai merata. Setelah itu dikukus lagi sampai matang, kemudian dibentuk bulat terus dijemur," jelasnya.
 
Sutinah, memproduksi rengginang dengan dua rasa, rasa udang/terasi dan rasa original atau tanpa campuran. 
 
Untuk saat ini, Sutinah memproduksi rengginang hanya untuk pesanan. Meski demikian, setiap harinya selalu ada saja orang yang memesan rengginang buatannya.
"Alhamdulillah setiap hari pesanan ada terus, apalagi sekarang lagi musim hajatan pesanannya cukup lumayan banyak," katanya.
 
Setelah rengginang yang dijemur benar-benar kering, Sutinah mengemasnya masing-masing 1 Kilogram dalam plastik bening. Setiap Kilogram, ia menjualnya dengan harga 23 ribu Rupiah untuk rasa original dan 25 ribu Rupiah untuk rengginang rasa udang/terasi. (MC Kuningan/Yudi Suprayudi)