Tradisi Saptonan

Tradisi Saptonan

Tradisi Saptonan merupakan salah satu warisan leluhur Kabupaten Kuningan, tradisi yang merupakan lomba ketangkasan dalam menunggangi kuda dan memasukan tombak kedalam lubang yang ada di bawah ember yang digantung di atas tempat yang telah disediakan oleh panitia saptonan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya tradisi ini selalu mendapat sambutan dari masyarakat terutama masyarakat sekitar tempat dilaksanakannya lomba saptonan ini. Jika pada tahun lalu saptonan dilaksanakan di Desa Caracas Kecamatan Cilimus, pada tahun ini Saptonan dipusatkan di Desa Kalimanggis Kecamatan Kalimanggis. Tradisi Saptonan yang selalu diikuti oleh kuda-kuda Kuningan yang terkenal kuda yang sangat gesit ini selalu mempertontonkan sesuatu yang menarik, selalu ada saja kejadian-kejadian yang unik baik yang diperlihatkan oleh si penunggang kuda maupun oleh kuda itu sendiri.
Kegiatan yang sangat bernilai seni dan budaya tinggi ini setiap tahun banyak diminati oleh wisatawan lokal ini, merupakan suatu kebudayaan yang bernilai jual tinggi jika dikemas dalam suatu acara yang menarik dan dipromosikan ke tingkat nasional maupun internasional sekalipun. Sayangnya kegiatan yang bagus ini belum bisa mendatangkan wisatawan-wisatawan asing yang tentunya nantinya akan mendatangkan nilai ekonomi bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Kuningan.
Pada Saptonan tahun ini diikuti oleh Kedemangan Cinangci ( Desa Cihideung hilir, Naggela, Cihideung Girang ), Kademangan Kosambi ( Desa Kertawinangun, Datar, Bunder ), Kademangan Jatikesik ( Desa Legok, Cikeusik, dan Jatimulya ), Kademangan Kalipancur ( Desa Kalimanggis Wetan, Kalimanggis Kulon, dan Cipancur ), Kademangan Kertawangunsraya ( Desa Kertawana, Wanasaraya, dan Desa Partawinangun ).
Bupati Kuningan yang menghadiri secara langsung kegiatan ini dengan mengenakan pakaian adat sunda dan mengenakan bendo mengatakan, sangat bangga terhadap saptonan yang merupakan tradisi tahunan menjelang perayaan hari jadi Kuningan. Pada pergelaran saptonan kali ini kelihatan masyarakat sangat antusias sekali maka untuk tahun-tahun yang akan datang saya harapkan kegiatan ini dikemas dengan baik sehingga dapat memberikan tontonan yang lebih menarik dan dapat mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat Kuningan, pinta Aang.
Hadir juga dalam acara tersebut, wakil Ketua DPRD dari Partai Amanat Nasional Toto Suharto, Ketua Pengadilan Negeri Kuningan Tafsir Sembiring SH, MH, Waka Polres Kuningan AKP Rizal Martono, S.Ik, Kasdim Mayor Koswara, dan Ketua TP PKK Hj. Utje Ch. Suganda. ( Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan ).