Depan Bencana

Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mencatat data mutakhir kondisi di beberapa daerah terdampak bencana di Kabupaten Kuningan yang hingga Jumat 30 Maret 2018 banyak mengalami perkembangan berarti dalam menyelesaikan permasalahan dampak bencana.
 

Meski percepatan pematangan lahan hunian sementara (Huntara) di belakang SMAN Ciniru baru mencapai 50 persen, namun seiring dengan pengerjaan penataan lahan itu kini sudah tampak beberapa unit hunian sementara.

Beberapa hunian sementara yang muliai didirikan di lokasi lahan itu, diprioritaskan untuk warga terdampak bencana di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru. Sementara, banyak warga yang terdampak bencana di Desa yang sudah melakukan aktivitas.

SEJUMLAH warga beberapa daerah terdampak bencana di Kabupaten Kuningan, punya semangat besar untuk bangkit dari keterpurukan setelah dilanda bencana yang terjadi satu bulan yang lalu.

Contohnya daerah terdampak bencana di Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana yang meliputi tiga dusun terdampak bencana yakni Dusun Banjaran, Dusun Winduherang serta Dusun Jabranti.

Mereka bergotong royong membenahi infrastruktur terutama jalan yang rusak akibat bencana, dengan mendapat pendampingan Badan Penanunggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan.

Sejumlah warga terdampak bencana di Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, mendukung upaya pemerintah daerah dalam percepatan pembukaan akses jalan. Warga di tiga dusun terdampak bencana yakni Dusun Banjaran, Dusun Winduherang dan Dusun Jabranti kompak dalam membantu percepatan jalan itu.

Ratusan warga terdampak bencana di Desa Cipakem Kecamatan Maleber dan Desa Pinara Kecamatan Ciniru, hingga kini masih bertahan di posko pengungsian. Kendati demikian, kebutuhan logistik masih mencukupi hingga beberapa hari kedepan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui tim penanggulangan bencana telah mendata sejumlah lokasi lahan untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana alam di beberapa wilayah kecamatan terdampak bencana.

Pembukaan akses jalan di beberapa lokasi bencana alam terus dilakukan. Dari sejumlah lokasi bencana diantaranya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. contohnya akses jalan Desa Jabranti-Dusun Banjaran-Winduherang, Kecamatan Karangkancana.

Selain di Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana, akses jalan yang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua yakni akses jalan Desa Cipedes-Pamupukan, Kecamatan Ciniru.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, kembali menerima bantuan dari perusahaan untuk membantu penanganan korban bencana alam. Kali ini bantuan diterima dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk berupa uang sebesar Rp50 juta serta berupa barang senilai Rp70 juta.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh pihak perusahaan kepada Plh Sekda Kuningan H. Dadang Supardan, mewakili Plt Bupati Kuningan Dede Sembada, di Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (15/32018).

Pemulihan setelah bencana alam khususnya di Desa Situgede, Kecamatan Subang, dititikberatkan pada penataan lingkungan terutama hunian sementara bagi warga terdampak bencana alam yang terjadi pada Minggu (25/2/2018) lalu.

Di tengah pemerintah daerah sedang mengawali membangun hunian sementara, ternyata masyarakat Desa Situgede dibantu aparat pemerintahan setempat berinisiatif mendirikan empat unit hunian sementara di Dusun Hujungan Desa Situgede.

Ajakan Pemerintah Kabupaten Kuningan kepada sejumlah perusahaan di daerah maupun luar daerah untuk membantu penanganan dampak bencana alam di Kabupaten Kuningan mendapat respon positif dari banyak perusahaan. Setelah beberapa lalu kini gilira BNI Cabang Kuningan menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility)sebesar Rp100 juta.

Halaman

Berlangganan RSS - Bencana