Indonesian English

Desa Sindangsari Kecamatan Sindangagung Genap Berusia 100 Tahun

Sindangagung,- Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung, berdasarkan sejarah terdiri atas dua kata Sindang dan Sari, Sindang artinya Mampir dan Sari artinya Rasa. Nama tersebut, diambil  dari cerita para sesepuh dan pemuka masyarakat yang dapat dipercaya kebenarannya. Sebelumnya, Desa Sindangsari  terbagi menjadi dua desa, yakni Desa Sindangwangi dan Desa Tirtasari. Pada tanggal 6 April 1918 kedua desa tersebut disatukan dan dikukuhkan dengan nama Desa Sindangsari, dengan dipimpin seorang Kuwu bernama Kerta Disastra yang berusia 48 tahun.

Selama kurun waktu 100 tahun (1918 s/d 2018), Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung sudah dipimpin oleh 10 Kepala Desa. Kerta Disastra (6-4 -1918), Kerta Karia (1-6-1924), Wiradinata (3-5-1929), Suarta Atmaja (21-10-1932), Tanu Permana (10-12-1945), H.B. Martawasita (6-8-1952), E Sudirja (20-4-1985), M Subani (13-8-2001), H. Eman Suparman, SH (9-9-2009) dan M Taupik Abdullah sejak (1-1-2016 s/d sekarang). Dari kesepuluh Kepala Desa, yang paling lama menjabat adalah H.B Martawasita selama 33 tahun.

Sepanjang perjalannya, Desa sindangsari, Kecamatan Sindangagung, telah menorehkan banyak prestasi diberbagai bidang, baik fisik maupun non fisik. Keberadaan sarana dan prasarana yang tersedia lengkap dan maksimal, dimanfaatkan masyarakat sejak lama. Sarana pendidikan di Desa Sindangsari mulai dari PAUD, TK, SD dan MTs Negeri 2 Kuningan termasuk sekolah favorit dengan jumlah pendaftar setiap tahun ajaran baru, selalu membludak jauh melampaui kuota.

Selain itu, di Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung terdapat pula Pondok Pesantren dan MDTA, yang siap mencetak generasi penerus yang handal dan berakhlaqul karimah. Sarana lainnya, juga tetap menjadi prioritas seperti : jalan-jalan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat, terlihat mulus dan nyaman untuk dilalui. Bahkan drainase sebagai pendukungnya tertata rapih, sehingga keberadaannya dapat sekaligus mendukung Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) lingkungan di sekelilingnya.

Seluruh penunjang untuk kepentingan masyarakat tidak lepas dari sentuhannya, lapang olah raga, balai dusun, poskamling, poskesdes, posyandu, saluran irigasi, jalan lingkungan, gang dan lainnya. Termasuk pemberdayaan masyarakat dan pengoftimalan potensi desa terus dimaksimalkan, pelayanan kepada masyarakat sebagai pemberi amanah, agar dapat terlayani dengan baik  juga menjadi prioritas. Peningkatan kompetensi perangkat terus dilakukan melalui berbagai pelatihan.

Kepala Desa  M. Taupik Abdullah didampingi Sekdes Adang Sobandi, ST ditengah-tengah kesibukannya pada acara peringatan Haul Desa ke-100 tahun, kepada Info Kuningan menjelaskan, sebagai kepala desa dirinya sangat bangga dan bahagia, dengan apa yang dimiliki masyarakatnya selama ini, selalu menjaga kekompakan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Karena pada hakekatnya pemerintah desa dan masyarakat adalah keluarga, harus saling bantu satu sama lain.

"Melalui Haul ini diharapkan, dapat meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi, karena itu merupakan asset yang tidak ternilai harganya, dengan bersatu, gotong-royong Desa Sindangsari akan semakin maju. Kami beserta perangkat, BPD, LPM, Tokoh agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta elemen lainnya dan masyarakat berkomitmen untuk berjalan bersama, untuk mewujudkan visi dan misi. Untuk itu, kami tetap menjalin komunikasi yang harmonis, karena tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan dari berbagai pihak, Dirgahayu Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung," pungkasnya. (MC Kuningan)