Gedung PGRI Cabang Cipicung, Diresmikan Wakil Bupati

Kategori: 

Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda SH MSi meresmikan gedung PGRI Cabang Cipicung Kabupaten Kuningan, Kamis (5/12). Peresmian ini disaksikan langsung Ketua PGRI Kuningan, H Pipin Mansyur Arifin MPd beserta jajarannya.

“Saya ucapkan selamat pada PGRI Cabang Cipicung, semoga gedung ini memberikan makna bagi peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik,” kata Wabup Edo, sapaan akrab Wakil Bupati Kuningan.

Dirinya menyambut baik, atas pembangunan gedung dengan harapan mampu memberikan manfaat yang besar bagi anggota PGRI, dalam peningkatan pelayanan dan kegiatan profesionalisme guru. Karena hanya dengan guru yang profesional itulah, kualitas pendidikan akan dapat diwujudkan.

“Perwujudkan kualitas pendidikan menjadi indikator penting dalam pencapaian visi Kuningan Maju (makmur, agamis, pinunjul) berbasis Desa tahun 2023. Saya mengajak agar dapat memanfaatkan gedung ini dengan baik, dan menjadi pusat kegiatan positif bagi aktivitas anggota PGRI,” ajaknya.

Menurutnya, PGRI sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan harus terus berperan aktif dalam pengembangan profesi guru, pembangunan pendidikan, dan kemasyarakatan. PGRI sebagai tempat berhimpun segenap guru dan tenaga kependidikan, merupakan organisasi yang bersifat unitaristik, independen, dan non partisan.

“Jadi PGRI secara aktif menjaga, memelihara, mempertahankan, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai semangat kekeluargaan, kesetiakawanan sosial yang kokoh serta sejahtera lahir batin. PGRI beserta seluruh anggotanya secara terus-menerus berupaya mewujudkan pengabdian melalui profesi guru dan tenaga kependidikan lainnya,” ungkapnya.

Dia menilai, guru sebagai salah satu pilar pelaksana pembangunan pendidikan dituntut memiliki integritas dan kemampuan professional yang tinggi, agar mampu melaksanakan dharma bhaktinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. PGRI bertujuan dan berupaya membina, mempertahankan, dan meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kemampuan profesinal dan kesejahteraan guru beserta keluarganya.

“Membangun pendidikan tidak seperti membuat kue, hari ini kita masak, hari ini pula terasa manisnya. Tapi pendidikan perlu proses yang sistematis, penuh kasih sayang dan keteladanan,” tutupnya.